Pages

BeatMaster Radio

Free Shoutcast HostingRadio Stream Hosting

Sep 25, 2013

Akal-Akalan Wanita Kaya

Adalah wanita kaya yang sangat kecanduan belanja dan berfoya-foya sehingga suatu hari suaminya membatasi jatah uang untuk isterinya tersebut.

Karena sudah kecanduan sang wanita kaya ini pun mencari akal demi mencapai kesenangannya tersebut. Ide konyol pun terlintas di benaknya ketika ia melihat seorang perempuan tunawisma yang terlihat kotor.
Tanpa pikir panjang si wanita kaya segera menghampiri perempuan tunawisma tersebut.

"Bu.. saya lapar saya perlu uang untuk makan malam", mohon si perempuan tunawisma.
Wanita kaya itu pun mengeluarkan dompetnya , sambil mengambil uang seratus ribu ia bertanya, "Jika saya memberimu uang ini, maukah engkau membeli  pembersih muka supaya wajahmu menjadi bersih, ketimbang makan malammu?"
"Tidak, saya tidak butuh itu, yang saya butuhkan adalah makanan"

"Bagaimana saya tambahkan uang menjadi lima ratus ribu asal engkau gunakan uang ini untuk belanja pakaian bagus dan sepatu kulit?"
"Tidak, saya tidak mau menghabiskan waktu untuk belanja yang seperti itu saya perlu bertahan hidup!"

Terakhir si wanita kaya ini bertanya, "Saya tambahkan menjadi 1 juta asalkan engkau habiskan uang ini di salon kecantikan, supaya rambutmu bagus dan belilah parfum supaya engkau menjadi wangi."
"Apakah engkau gila?" jawab perempuan tunawisma tadi. "Saya tidak lagi merawat rambut ini selama 20 tahun!"
"Baik jika demikian ," kata si wanita kaya. "Saya tidak akan memberimu uang. Sebaliknya, saya akan mengajakmu makan bersama suami saya malam ini di restoran."

Spontan si perempuan tunawisma tadi terkejut. "Tidakkah suamimu akan marah padamu karena saya ini kotor, dan juga bau."
Dengan santainya si wanita kaya itu berkata, "Tidak apa-apa. Soalnya saya sengaja bawa Anda supaya suami saya melihat seperti apa perempuan yang tidak pernah ke salon dan tidak pernah belanja ke mall"

Bagi seorang yang kecanduan ada saja ide atau akal-akalan yang konyol bahkan licik untuk mencapai dan memuaskan keinginannya tanpa memperdulikan perasaan perempuan tunawisma tersebut dan tanpa memperdulikan dampak yang akan terjadi di restoran nanti.

Sumber : life is beautiful~xavier q. pranata

0 comments: