Pages

BeatMaster Radio

Free Shoutcast HostingRadio Stream Hosting
Showing posts with label World Cup 2010. Show all posts
Showing posts with label World Cup 2010. Show all posts

Jul 13, 2010

Paul Sang Gurita Pensiun

Bookmark and Share

Sejak berakhirnya pentas empat tahunan di Afrika Selatan pada 11 Juli lalu membuat Paul sang gurita memutuskan untuk pensiun dari dunia prediksi - yang tepat dalam meramal tujuh partai Jerman ditambah Spanyol versus Belanda di final.

Hewan invertebrata intuitif itu "mundur dari bisnis dunia peramalan," ujar Tanja Munzig, juru bicara pihak akuarium Kehidupan Laut di Oberhausen tersebut.

"Dia tidak akan memberikan prediksi ramalan - baik itu dari dunia sepakbola, politik, gaya hidup ataupun ekonomi," ujar Munzig.



"Mulai saat ini Paul hanya mendapatkan tugas untuk menghibur anak-anak kecil untuk membuat tawa dan riang."

Namun Paul mengambil satu panggilan tirai terakhir pada Senin kemarin. Petugas aquarium menyajikan gurita dengan cangkir emas - serupa dengan trofi Piala Dunia.

Meskipun cangkir itu dihiasi dengan tiga remis, Paul tetap mengabaikannya selama beberapa menit karena ia juga tidak turun ke dalam tangki tersebut.

Namun pada akhirnya ia menangkap satu kerang dan memakannya sampai habis di depan kamera televisi.

Aksi Paul yang mampu menyedot perhatian dunia tersebut dengan prediksinya terhadap timnas Jerman - termasuk kekalahan di semifinal dari Spanyol.

Ia diberikan mahkota untuk menutup karirnya dengan gemilang setelah meramalkan bahwa Spanyol akan mengalahkan Belanda di partai final Minggu kemarin.

Sumber:Biangbola

Read More......

Jul 12, 2010

a NEW CHAMPION...


[new] WORLD CUP CHAMPION..... 2010



YearHost CountryWinnerScore
1930UruguayUruguayUruguay 4-2 Argentina
1934ItalyItalyItaly 2-1 Czechoslovakia
1938FranceItalyItaly 4-2 Hungary
1942not held
1946not held
1950BrazilUruguayUruguay 2-1 Brazil
1954SwitzerlandGermanyGermany 3-2 Hungary
1958SwedenBrazilBrazil 5-2 Sweden
1962ChileBrazilBrazil 3-1 Czechoslovakia
1966EnglandEnglandEngland 4-2 Germany
1970MexicoBrazilBrazil 4-1 Italy
1974GermanyGermanyGermany 2-1 Holland
1978ArgentinaArgentinaArgentina 3-1 Holland
1982SpainItalyItaly 3-1 Germany
1986MexicoArgentinaArgentina 3-2 Germany
1990ItalyGermanyGermany 1-0 Argentina
1994USBrazilBrazil 3-2 Italy
1998FranceFranceFrance 3-0 Brazil
2002Japan / S. KoreaBrazilBrazil 2-0 Germany
2006GermanyItalyItaly 1-1 (5-3) France
2010South AfricaSpainHolland 0-1 Spain

Read More......

Jul 9, 2010

Menunggu Juara Dunia Baru

Bookmark and Share


Belanda dan Spanyol belum pernah tampil sebagai juara Piala Dunia sejak kegiatan itu digelar pada 1930, dan 80 tahun kemudian, Senin (12/07), Stadion Soccer City akan menyaksikan munculnya juara baru, yaitu satu di antara mereka.

Belanda nyaris mengangkat piala kemenangan pada 1974 dan 1978 tapi di ujung perjalanan mereka yang mengesankan, Johan Cruyff dan kawan-kawan tidak berhasil menembus tembok Jerman (1974) sementara Argentina (1978) membuyarkan harapan mereka.

Spanyol pun sebenarnya tidak memiliki prestasi fantastis. Jangankan ke final, ke semi final pun tim Matador, juara Eropa 2008, belum pernah menapak.

Di Piala Dunia, mereka paling banter hingga di perempat final, termasuk di Piala Dunia 2002 Korea Selatan/Jepang.

Carles Puyol menciptakan gol yang mengantar Spanyol ke final Piala Dunia untuk melawan Belanda setelah pada pertandingan semi final unggul 1-0 atas Jerman di Durban, Kamis dini hari.

Bek tengah klub Barcelona itu menyundul bola dari jarak 10 yard menyambut tendangan pojok dari Xavi 17 menit sebelum pertandingan berakhir untuk mengantar juara Eropa itu ke final Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Sedangkan Belanda mencapai final setelah mengalahkan Uruguay 3-2 di Cape Town pada Rabu.

"Seluruh pemain kami luar biasa, tapi kami masih memiliki satu pertandingan lagi," kata pelatih Spanyol Vicente Del Bosque, "Kami tahu sepak bola Belanda dan pertandingan akan sangat berat di final nanti."

Pelatih Jerman Joachim Loew mengatakan, "Selamat untuk Spanyol. Saya percaya mereka akan menjadi juara dunia, mereka yang terbaik selama dua atau tiga tahun terakhir."

Penjaga gawang Jerman Manuel Neuer meratapi permainan di bawah standar yang diperlihatkan tim Jerman.

"Spanyol sudah menyelesaikan pekerjaan rumah mereka dan membatasi peluang-peluang kami," kata Neuer.

Kapten tim Jerman Philipp Lahm menambahkan, "Kami sudah merencanakan banyak hal, tapi tidak terwujud."

Del Bosque membuat kejutan sebelum pertandingan dengan mencadangkan pemain depan klub Liverpool Fernando Torres dan memainkan pemain muda Barcelona Pedro.

Hal itu membuat pencetak gol terbanyak turnamen David Villa bisa bermain dari tengah dan perubahan tersebut hampir membuahkan hasil saat pertandingan baru berlangsung enam menit.

Pedro masuk dari sayapnya dan mengelindingkan bola di belakang pertahanan Jerman dan Villa berlari menyambutnya tapi harus meluncur untuk melepaskan tembakan sebelum dimentahkan penjaga gawang Manuel Neuer.

Spanyol seharusnya bisa unggul pada menit ke-14 setelah Iniesta menyilangkan bola dari sisi kanan yang disambut sundulan keras Puyol namun bola melambung di atas mistar gawang.

Pada menit ke-19 bola silang dari Xabi Alonso menemukan Sergio Ramos tapi setelah mengendalikan bola dengan indah, tembakannya liar dan tinggi.

Jerman akhirnya mengancam pada menit ke-32 saat Piotr Trochowski, yang mengisi posisi Thomas Mueller yang menjalani larangan bermain, melepaskan tembakan dari jarak jauh dan memaksa penjaga gawang Iker Casillas untuk melakukan penyelamatan.

Mesut Ozil berpikir kalau dia seharusnya mendapat penalti menjelang akhir babak pertama saat dia berada di bawah tantangan Ramos tapi diabaikan oleh wasit Viktor Kassai.

Spanyol susah-payah untuk menembus kotak penalti dan mulai melepaskan tembakan-tembakan jarak jauh dengan Alonso melakukannya dua kali dan Villa melakukan tembakan tapi melebar.

Neuer kemudian menyelamatkan gawangnya dari Pedro, yang beberapa saat kemudian tembakannya melebar, sementara tembakan Villa beberapa inci dari gawang setelah Iniesta menerobos ke kotak penalti dan melepaskan umpan silang.

Di gawang lain, umpan silang pemain pengganti Marcell Jansen dibuang dengan sundulan pemain Spanyol, disambar Miroslav Klose namun tembakan volinya terlalu tinggi.

Pada menit ke-69 Jerman menciptakan peluang terbaik mereka selama pertandingan itu saat pemain Toni Kroos tidak terkawal menyambut umpan silang Lukas Podolski, tapi penyelesaian akhir dia begitu lemah dan mengarah langsung pada Casillas.

Tapi kemudian Puyol melakukan lompatan luar biasa untuk menyundul bola yang menjebol gawang Jerman.



Sejarah baru

Spanyol dan Belanda akan menoreh catatan baru sebagai juara Piala Dunia 2010.

Berdasar catatan resmi pada laman badan sepak bola dunia FIFA, dua negara yang pernah menjadi juara Eropa ini baru bertemu sebanyak delapan kali, dengan hasil Belanda empat kali juara dan Spanyol tiga kali, sedangkan satu pertandingan berkesudahan imbang.

Tapi kedua tim ini belum pernah bertemu pada laga Piala Dunia, sehingga pertandingan final antara tim "Matador" dan tim "Oranje" ini akan menjadi menarik ditonton apalagi akan muncul juara baru pada Minggu malam atau Senin dini hari nanti.

Pada 1983 di Rotterdam, Belanda menang 2-1 (1-1) atas Spanyol di penyisihan grup dan di Sevilla pada tahun sama Spanyol menang 1-0 (1-0). Pada pertandingan persahabatan, kedua tim bertemu enam kali dan Spanyol menang dua kali, Belanda menang tiga kali dan pertandingan berakhir imbang satu kali.

Pada 2001 di Rotterdam, Belanda menang 1-0 dan dua tahun sebelumnya di Sevilla, Belanda menang lagi 2-1. Pada 1987 di Barcelona, Spanyol bermain imbang 1-1 dan pada 1980 di Vigo, Spanyol menang 1-0 dan pada 1973 di Amsterdam, Belanda menang 3-2 dan pada 1957 di Madrid, Spanyol menang 5-1

Pertemuan Belanda dan Spanyol pada Selasa dini hari, merupakan pertandingan yang kesembilan dan Spanyol berusaha membuat kedudukan pertemuan mereka menjadi empat sama.

Tapi siapa pun yang akan tampil sebagai juara, tim itu merupakan juara baru pada ajang dunia yang diadakan sekali dalam empat tahun ini

Sumber: Era Baru


Read More......

Jun 21, 2010

Alasan Mengapa Piala Dunia Afrika Selatan Membosankan

Bookmark and Share

Putaran kedua Piala Dunia Afrika Selatan akan segera tiba. Sejauh ini pandangan banyak pihak yang terdengar adalah hajatan akbar empat tahunan sepak bola kali ini sebagai yang terburuk sepanjang sejarah. Ini bahkan terburuk jika dibandingkan dengan Piala Dunia 2002 di Jepang dan Kora Selatan, dengan keputusan-keputusan kontroversialnya.

Ada banyak alasan mengapa penyelenggaraan Piala Dunia dinilai buruk. Untuk menyalahkan kesalahan kepada Jabulani, di mana banyak pemain yang mengecam produk Adidas ini memang terlalu gampang.

Namun, ada beberapa masalah yang timbul atau bahkan yang tidak terlihat atau setidaknya belum dikeluhkan para pemain. Ada lebih dari lima alasan kenapa Piala Dunia kali ini diklaim sebagai yang terburuk. Salah satunya adalah kondisi lapangan yang jika dibandinkan dengan lapangan di Eropa jauh dari memuaskan. Kurangnya kesedian menerima tamu ditambah kurangnya keamanan, yang membuktikan bahwa Afrika secara sederhananya tidak siap menjadi tuan rumah Piala Dunia. Tapi sejauh ini ada alasan vital mengapa laga kali ini begitu mengecewakan banyak pihak.

Jabulani
Diyakini sebagai bola terburuk Piala Dunia sepanjang sejarah, produk Adidas ini bahkan lebih buruk ketimbang Fevernova, bola resmi di Piala Dunia 2002.
Julio Cesar, kiper Brasil mengandaikan Jabulani seperti bola yang dibeli di toko serba ada. Buffon, yang akan menjalani operasi punggung mengaku sedih melihat turnamen sepenting Piala Dunia harus dimainkan dengan bola yang tak layak dipakai seperti Jabulani.

Sedikitnya gol yang tercipta
Piala Dunia Afsel juga dicap sebagai turnamen dengan rasio rata-rata gol yang tercipta terendah sepanjang sejarah. Lagi-lagi Jabulani diyakini menjadi biang keladinya.
Dari pemain hingga pelatih banyak mengkritik bola yang bentuknya lebih bulat tersebut. Setelah melihat rata-rata pertandingan, bisa dipahami jika turnamen kali ini membosankan dan sangat tak menarik untuk ditonton.
Keluhan tak menariknya Piala Dunia kali ini juga banyak datang dari para fans yang sempat menonton pertandingan. Mereka merasa ajang Piala Dunia Afrika Selatan “memang belum dimulai”. Atmosfir di sekeliling pertandingan juga diklaim belum terbangun.
Fans mengaku dalam beberapa pertandingan berjalan membosankan. Mereka bahkan memilih untuk pergi meninggalkan stadion ketika permainan masih berjalan.

Gagalnya tim raksasa-raksasa sepak bola
Jika media bisa menjadi salah satu pihak yang disalahkan, terutama dengan tekanan gila kepada pemain yang mewakili negaranya, tudingan pun diarahkan kepada para pemain dan manajer. Kegagalan mereka dalam memberikan tontonan yang menghibur menambah panjang daftar kegagalan Piala Dunia kali ini.
Hal di atas bisa dilihat pada performa macan-macan Eropa seperti Spanyol, Inggris, Prancis, dan Jerman. Kegagalan taktik Fabio Capello ditambah buruknya penampilan Steven Gerrard dan kawan-kawan mengancam posisi The Three Lions yang berpeluang tersingkir pada babak penyisihan Grup C. Itu ditambah ego-ego besar yang menyelimuti para pemain Spanyol yang dipermalukan Swiss 1-0 ketika mengawali laga awal Grup H. Prancis, kerukunan yang sempat rekat di antara pemain kini terancam buyar setelah Raymond Domenech mencoret dan mengusir Nicolas Anelka usai membentaknya.
Tidak semua macan Eropa tampil buruk. Belanda, juara Eropa 1988, Brasil favorit kuat juara kali ini dan Argentina yang performanya sedang menggeliat mampu memberikan sedikit hiburan.

Tak ada sahutan fans
Sebelum Piala Dunia Afsel digelar, sulit membayangkan jika pesta akbar sepak bola kali ini akan kurang greget. Namun itu berubah drastis setelah fans tuan rumah secara heboh meniupkan vuvuzela, terompet yang suaranya bahkan mengalahkan desing pesawat jet di sepanjang permainan.
Tidak ada lagi sahut-sahutan fans membahan di stadion seperti biasa terdengar dalam pertandingan-pertandingan sepak bola di Eropa.

Sumber: Tempointeraktif


Read More......

May 25, 2010

World Cup 2010 - Lyric Songs

K'naan - Wavin Flag
(official worldcup 2010 anthem)

Give me freedom, give me fire, give me reason, take me higher
See the champions, take the field now, you define us, make us feel proud
In the streets are, exaliftin , as we lose our inhabition,
Celebration its around us, every nation, all around us

Singin forever young, singin songs underneath that sun
Lets rejoice in the beautiful game.
And together at the end of the day.

WE ALL SAY



When I get older I will be stronger
They'll call me freedom Just like a wavin' flag
And then it goes back
And then it goes back
And then it goes back

When I get older I will be stronger
They'll call me freedom
Just like a wavin' flag
And then it goes back
And then it goes back
And then it goes

Oooooooooooooh woooooooooohh hohoho

Give you freedom, give you fire, give you reason, take you higher
See the champions, take the field now, you define us, make us feel proud
In the streets are, exaliftin, every loser in ambition,
Celebration, its around us, every nations, all around us

Singin forever young, singin songs underneath that sun
Lets rejoice in the beautiful game.
And together at the end of the day.

WE ALL SAY

When I get older, I will be stronger
They'll call me freedom
Just like a wavin' flag
And then it goes back
And then it goes back
And then it goes back

When I get older I will be stronger
They'll call me freedom
Just like a wavin' flag
And then it goes back
And then it goes back
And then it goes

Wooooooooo Ohohohoooooooo ! OOOoooooh Wooooooooo




"Oh Africa"
(Akon with Keri Hilson)

Oh Africa...

I know that we have to take it to the goal 'cause everyone's depending on we
See we ain't got nowhere to go but up, it's our destiny

We're choosing the way, we'll do what it takes to get to the top of the highest mountain
We'll do anything, we got to prove ourselves 'cause we know

Oh Africa...

See we'll never be able to forget this day 'cause it's the greatest day of our life
See no matter what happens at least we can say "we came, we saw, we tried"

We're choosing nowhere, we'll do what it takes to get to the top of the highest mountain
We'll do anything, we got to prove ourselves 'cause we know

Oh Africa...

This is our time to shine, our time to fly, our time to be inside the sky
Our time to soar, our time to saw, the last one in football

Oh Africa...

Read More......