Pages

BeatMaster Radio

Free Shoutcast HostingRadio Stream Hosting
Showing posts with label Poetry. Show all posts
Showing posts with label Poetry. Show all posts

Oct 18, 2010

Tega ....

Bookmark and Share

Tuhan, habis sudah daya pupus tak kuasa

Perih tak henti menyapa hingga menyisakan luka

Ingin berhenti sampai disini saja

Tak harap bergulat lagi dengan masa

Sebab tak ada harap demikian juga asa

Semua jalan tertutup gelap tanpa cahaya

Mengapa rasa ini tak jua terhalau

Sekalipun telah berjuang dan merelakan berlalu

Lelah hati terusung, letih jiwa terkukung

Teganya mengurung tanpa ada ampun…

-ezm-

...kompasiana...

Read More......

Feb 6, 2009

Peminum Kopi

Untuk setiap puisi
Aku perlukan secangkir kopi, katanya

Campurkan gula secukupnya:
Puisi juga butuh semacam pemanis
Barangkali sebaiknya pada penghujung baris ?

Menuangkan rasa:
Tuanglah selagi panas masih
Nanti meruap sangit aroma langit

Mengaduknya pelan saja:
Cermat lagi hati-hati
Sebelum menyeruputnya sedap

Aku selalu percaya, katanya
Dari balik pekat ampas waktunya
Bakal terbaca isyarat

Tapi, untuk setiap pertanda itu
Aku perlukan sesayat luka

2008
Ook Nugraha




Yuwie - Get Friends

Jaringan BLoGGer


Read More......

Jul 7, 2008

baris-baris kecil

I
Berbohonglah
Karena jalan kebenaran
Sudah tertutup

II
Kau bicara
Tentang makna kebebasan
Namun tidak pernah
Mengerti tentang
Makna mati

III

Mengertilah
Jangan terus merajuk
Untukmu agamamu
Untukku agamaku

IV
Baca sajak ini
Dia senantiasa
Menentang kekuasaan
Politik dan kecurangan

V
Benarkah cinta
Bertuhankan dirinya sendiri?
Takkan terjawab
Dengan diam

VI
Berita pagi ini
Seorang pembunuh
Bunuh diri
Karena perbuatan sendiri

VII
Aku tahu
Kau meminta aku
Menuntun lidahmu
Mengatakan tidak
Kepada kemunafikan

(AD Donggo)


Ngumpul yuk!

Read More......

Jun 4, 2008

GARUDA

hei garuda......
kenapa kau tak lelah merentangkan sayapmu
padahal sudah tidak ada yang peduli denganmu
kenapa masih kau sangga perisai di dadamu
padahal bumi ini sudah tidak bersatu

hei garuda.......

jangan kau palingkan kepalamu
apakah tidak sanggup lagi melihat kenyataan
sahabatmu yang berdesakan
sudah tidak menyapamu
mereka sibuk mengadahkan tangan

hei garuda........
apa arti tulisan yang kau cengkeram
ah..lupakan kita tidak peduli lagi
mata kita semua terpejam
terbanglah mencari hangatnya sebuah negeri

hei garuda........
sudaramu sang bendera
sudah berhenti menjalankan tugasnya
dia terlupa oleh pengibarnya sendiri
apa kamu akan mengikutinya dan terbang menuju senja
meninggalkan penganutmu yang terberai

Oleh : Agus Wicaksono
kabarindonesia com

Read More......

Apr 20, 2007

Kambing Hitam

Kambing hitam sebentar lagi akan disembelih
untuk korban persembahan. Kepada tukang jagal
yang akan menggorok lehernya ia berkata :
"Ketika lahir, buluku warnanya putih."

-Joko Pinurbo-

Read More......

Insomnia

Mata tak pernah mati
sebab ada mata-mata yang mondar-mandir
antara mata kanan dan mata kiri

-Joko Pinurbo-

Read More......

Taman Hiburan Negara

Ini tempat umum, bung
Dilarang melamun sembarangan disini

-Joko Pinurbo-

Read More......

Apr 18, 2007

Rumah Parkir

Seluruh bagian rumahmu
sudah jadi tempat parkir
sampai tak ada lagi ruang untukKu

-Joko Pinurbo-

Read More......

Jalan ke Surga

Jalan menuju kantorMu macet total
oleh antrean mobil-mobil curianku


-Joko Pinurbo-

Read More......

Mar 26, 2007

Suara Dari Mercusuar

seberapa tangguh kau takkan mengeluh

menerima sembur ludah, alir darah, tempias nanah
yang kerap muncrat dari mulut kapal
yang kerap merapat melepas sesal


seberapa lama kau akan menyentuh
bayang-bayang camar berputar melingkar

sampan-sampan awan karam terpencar
yang kaukira nyata
yang menguras sumur api dalam mata

tak inginkah kau memerah
membakar kapal singgah
memanah camar berputar rendah
meledakkan sampan awan
memasuki aku, sang pintu kerajaan
mempertanyakan takdirmu, hei pelabuhan

didatangi atau ditinggalkan?


Inggit Putria Marga

Read More......

Mar 18, 2007

Dalam sunyi bersama Trappist monk

Menyerahkan diri pada sunyi
memberikan hidup pada sunyi rimba, bukit, gunung
lautan atau padang pasir.
Duduk berdiam ketika mentari datang
mengisi sunyi dengan cahaya.
Doa pagi dan kerja sepanjang hari
datang malam merenung dalam sunyi
yang mengisi gelap dengan sejuta bintang.

Ini bukanlah pekerjaan yang biasa.
Tak banyak orang mau dijajah sunyi
yang merasuk ke dalam tulang.
Bernafas hanya sepi, mengunyah dan meneguk sunyi.
Memberikan isi hidup pada sunyi
dan terjaga dalam sunyi.

Doakanlah agar aku bisa tenang dan merenung.
Mendengar kata Tuhan
dan menjawabnya bagai anak manusia.
Inilah yang selalu kulakukan
berdiri di atas kaki sendiri, di depan Tuhan
dan bicara sepenuh hati.
Urusan bicara dan menjawab Tuhan, nampaknya angkuh.
Tapi aku tak pernah maksudkan demikian.

Sepenuh hati maksudnya dengan segala kerendahan diri.
Bagaimana aku bisa bilang tegak berdiri
dan bermaksud dengan segala kerendahan hati?
Inilah yang aku tak mengerti!
Sebuah teka-teki bagiku
yang bisa kutahu
kalau kudengar jawabannya dalam sunyi.


2004
El Camino

Read More......

Mar 11, 2007

Suara Dalam Kereta

penumpang, kusampaikan sebuah takdir

di stasiun nanti
kamu: para patung es
akan mencair, berbulir
laiknya embun mataku
yang tiap malam
terdengar bergelincir

saat itu
tak ada guna topeng dewa
terpasang di kepalamu
sebagai muka

ia menggelap
melenyap
menguap

ke tempat paling najis
di cakrawala
ke kotak sampah amis
bernama nirwana

maka, sebelum kamu tiba
sebelum yang tersampaikan ini
menyata

lepaskan aku : sesuatu

yang murung terkurung
dipenjara kepalamu
yang mendung tergantung
di langit dadamu


Inggit Putria Marga

Read More......

Feb 15, 2007

Improvisasi

Kusisakan sehampar ruang kosong
disini.Masuklah dan pilih saja sendiri
pojok yang kausuka.Barangkali sebaiknya

dekat tanda koma, ceruk samar
sebelum titik dinoktahkan.Boleh juga
kalau kau suka, bermain-main dengan sejumlah

tanda tanya.Terserah saja, tapi
tak kusarankan sama sekali meringkuk dekat judul-
itu semata tipuan.Kau paham, bukan?


-Ook Nugroho-

Read More......

Jam Luruh

Jam luruh lagi
Ruang kembali bernama aku
Sedang kau sekadar bayang
Samar diseberang cuaca

Kita musti bicara
Katamu, diambang kata
Tapi bahasa agaknya
Hanya dinding

Menjulang antara kita
Jam terus luruh
Ruang masih bernama aku
Kau entah siapa, dimana

-Ook Nugroho-

Read More......

Jan 11, 2007

Membersihkan Rumah

Minggu lalu aku membuang Kekhawatiran..
Sudah usang...dan menghalangiku menjadi diri sendiri
dan membuatku tak berbuat sesuai jalan Tuhan.

Aku membuang Keputus-asaan,
Mereka hanya menyesakkan aku saja.

Aku memberikan tempat untuk Pertumbuhan,
Menyingkirkan mimpi usang dan keraguan.

Aku membuang buku tentang Masa lalu
(pun tidak sempat membacanya)
Menggantinya dengan Cita - Cita Baru,
Mulai membacanya hari ini.

Aku menyingkirkan kebencian dan kenangan buruk,
(ingat bagaimana aku begitu apik menyimpannya..?)
Aku juga memilih Filosofi Baru,
Yang lama sudah aku buang.

Aku juga membeli beberapa buku baru.
Judulnya Aku Mampu, Aku Mau, dan Aku harus
membuang Aku mungkin, Aku pikir, dan Aku ingin.
Woooww...debunya banyak..!!

Aku juga mendatangi kawan lama,
Sudah lama tidak menjumpainya
Aku rasa namanya Tuhan
Ya, aku sungguh menyukai gaya-Nya.

Dia menolongku dalam pembersihan ini
Dan menambahkan beberapa benda
seperti Doa, Harapan dan Iman
Ya, kuletakkan mereka semua di rak

Aku mengambil benda spesial ini,
Dan meletakkannya di depan pintu
Aku menemukannya - namanya Kedamaian
Tidak ada yang dapat membuatku kecewa lagi.

Ya, rumahku sudah terlihat nyaman.
Terlihat indah sekelilingnya.
sudah tidak ada tempat
untuk Kekhawatiran dan Masalah.

Sangatlah baik membersihkan rumah
Membuang barang-barang usang dari rak
sekarang semuanya bersinar cemerlang
mungkin kamu harus mencobanya sendiri.


ayooo...mari rame-rame membersihkan rumah kita...
awali tahun baru dengan suasana 'rumah' yang baru.
Diberkatilah. ..
dan jadilah berkat untuk orang lain!

get from:irma_napit@......com

Read More......

Dec 22, 2006

Telaga Puisi Untukmu Ibu

ada gurat letih yang harus kuterjemahkan
dalam menelusuri tapak perjalananmu, ibu
serupa seribu sajak yang tak terganti dari air kehidupan

rambutmu adalah gelombang putih di masa yang coklat
sedang tanganmu kini terbingkai urat-urat membiru
di kerut dahimu, mimpiku teringin singgah
dan kurindu cerita yang kaubaca menjelang tidur

meski ibu tak pernah bersajak
air matanya yang letih menjadi telaga puisi

malam masih menyisakan kehangatan
seperti ibu yang terjaga
ada satu tanya di sana
“sudah berpulangkah kita pada hangat peluk di dada ibu?”


Dunia maya, 19 Desember 2006



*sebuah kolaborasi puisi
Dipersembahkan dalam rangka hari Ibu 22 Desember 2006
oleh : Olin Monteiro, Mega Vristian, Epri Tsaqib, Johannes Sugianto, Setiyo Bardono, Gita Pratama , Leeya, Dedy T Riyadi, Hasan Aspahani

Read More......

Nov 20, 2006

Spasi 1998

Seindah apapun huruf terukir,
dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda?
Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?

Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak?
Dan saling menyayang bila ada ruang?
Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan,
tapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.

Napas akan melega dengan sepasang paru-paru yang tak dibagi.
Darah mengalir deras dengan jantung yang tidak dipakai dua kali.
Jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah.
Jadi jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang.

Mari berkelana dengan rapat tapi tak dibebat.
Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.
Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat,
karena aku ingin seiring..bukan digiring...

[dari Secangkir Kopi-nya Dewi "Dee" Lestari]
send by Anna Kanaya

Read More......

Nov 15, 2006

(Filosofi Hidup 417) Penghancur

penghancur akan menemui kehancuran,
penakluk akan menemui penakluknya,
penyiksa memenangkan siksaan,
pengganggu tidak akan tenang,
jadi dengan evolusi perbuatan,
seorang pengacau akan kacau pada gilirannya

Read More......

Nov 8, 2006

Gua Sunyi

Melayang di ruang kedap suara
Di depan mulut gua paling sunyi
dari takdir
Ia mencoba membuka mulutnya
Untuk apa airmata seorang ibu
tergenang di sekitar perapian

Inilah bahasa rahasia dari tangan
Jika ia bentuk jemarinya jadi sayap
Burung-burung akan terbang rendah
menjadi awan lembut di alisnya
Dan jika ia celupkan ke dalam telaga
Maka seluruh semesta akan menyanyi
Semua pohon akan merunduk
Meracik, meramu kemudian meminta
agar matahari memberi peluang
setiap kata yang melangkah riang
dihadapannya
mampir sejenak di ruang percakapan

Sesuatu yang jauh
Tertinggal sejuta angin
Dari tempat di mana ia pertama
mengenal lapar mengenal bulan sabit
yang tengadah terkadang menggeliat
genit bercanda seperti ular tanah liat

Diruang kedap suara itu
Ia dengar karunia detak jantungnya
detak jantungku bicara kepada pohon
Kepada gua paling sunyi dari takdir

Sajak oleh FRANS NADJIRA


Read More......

Jul 29, 2006

Tiada Yang Lebih Aman

Tiada yang lebih aman, pun tiada yang lebih nikmat
membayangkan masa lampau yang dalam kenangan terpahat

Tiada yang lebih berat, pun yang lebih berarti
Dari saat ini yang 'kan seg'ra lepas pula jadi mimpi

Tiada yang lebih gamang, pun tiada yang lebih senang
menghadapi masa datang, yang 'kan jadi s'karang

Detik-detik berloncatan, tak satu pun kembali terulangantara
tadi dan nanti, sekarang menghalang

(Ayip Rosidi, 1962)

Read More......