Pages

BeatMaster Radio

Free Shoutcast HostingRadio Stream Hosting

Jun 15, 2012

Suka dan Duka

Bookmark and Share

Lalu seorang wanita bicara, menanyakan masalah suka dan duka.

Yang dijawabnya:
Sukacita adalah dukacita yang terbuka kedoknya.
Dari sumber yang sama yang melahirkan tawa, betapa seringnya mengalir air mata.
Dan bagaimana mungkin terjadi yang lain?

Semakin dalam sang duka menggoreskan luka ke dalam sukma,
maka semakin mampu sang kalbu mewadahi bahagia.
Bukankah piala minuman, pernah menjalani pembakaran ketika berada dalam pembuatan?

Dahulu bukanlah seruling penghibur insan adalah sebilah kayu yang pernah dikerati tatkala dia dalam pembikinan?

Pabila engkau sedang bergembira, mengacalah dalam-dalam ke lubuk hati,
Disanalah nanti engkau dapati bahwa hanya yang pernah membuat derita berkemampuan memberimu bahagia.

Pabila engkau berdukacita, mengacalah lagi ke lubuk hati,
Disanalah pula kau bakal menemui bahwa sesungguhnyalah engkau sedang menangisi, sesuatu yang pernah engkau syukuri.

Diantara kalian ada yang mengatakan:
"Sukacita itu lebih besar dari dukacita".

Yang lain pula berpandangan:
"Tidak, Dukalah yang lebih besar dari Suka".

Tetapi aku berkata kepadamu:
Bahwa keduanya tidak terpisahkan.

Bersama-sama keduanya datang, dan bila yang satu sendiri bertamu di meja makanmu,
Ingatlah selalu bahwa yang lain sedang ternyenyak di pembaringanmu.

Sebenarnyalah engkau ditempatkan tepat di tengah timbangan yang adil.
Menengahi kegembiraan dan kesedihan.

Hanya pabila engkau sedang hampa, kau diam tak gerak dan seimbanglah takaran.

Ketika Sang Bendahara berkanan mengangkatmu. Untuk menguji berat emas-perak di pinggan,
Di saat itulah Kesukaan dan Kedukaanmu timbul tenggelam.

"A man can be free without being great, but no man can be great without being free"
(Gibran : 1883-1931)

Read More......

Jun 14, 2012

Lima Tahun

...terima kasih atas begitu banyak "pembelajaran" yang kau berikan...
miss u so much


(5 years in memoriam)

Read More......

Jun 4, 2012

Alat Musik Tertua Ditemukan

Bookmark and Share

Ilmuwan asal Inggris dan Jerman berhasil menemukan alat musik tertua, yang diperkirakan berasal dari masa 42.000-43.000 tahun lalu.

Alat musik yang ditemukan berupa seruling purba, terbuat dari tulang burung dan gading gajah purba. Ilmuwan menemukan ketika melakukan penggalian di Gua Geissenkloesterle, Swabian Jura, Jerman.

Tom Higham dari Universitas Oxford dan Mick Conard dari Universitas Tubingen adalah peneliti di balik penemuan alat musik ini.











Conard mengatakan, penemuan ini konsisten dengan hipotesis yang kami buat beberapa tahun lalu bahwa Sungai Danube adalah koridor kunci migrasi dan inovasi teknologi di Eropa Tengah 40.000-45.000 tahun lalu.

"Geissenkloesterle ialah satu dari beberapa gua tempat ditemukannya contoh penting ornamen personal, seni rupa, gambar mistik, dan alat musik," kata Conard seperti dikutip BBC, Jumat (25/5/2012).

Ilmuwan berpendapat, alat musik pada masa itu berfungsi untuk rekreasi dan mendukung ritual keagamaan.

Selain itu, bermain alat musik juga menunjukkan keunggulan manusia dibandingkan dengan Neanderthals. Musik pun membantu memelihara hubungan sosial sehingga manusia mampu memperluas teritorinya.

Bagi ilmuwan, penemuan ini tak hanya berharga karena bisa menemukan alat musik tertua.

Tom Higham, seperti dikutip IBTimes, Sabtu (26/5/2012), mengatakan, "Penentuan umur alat ini penting untuk menyusun kronologi guna menguji gagasan bagaimana manusia menyebar ke Eropa, serta proses yang menghasilkan inovasi, termasuk seni rupa dan musik."

Hasil penelitian ini dipublikasikan di Journal of Human Evolution pada 8 Mei 2012.

Sumber: Kompas

Read More......